Jumat, 13 November 2015

Seni Teater

         TEATER adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah (kalau ada) , penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti). Proses penjadian drama ke teater disebut proses teater atau disingkat berteater. Teater berasal dari kata theatron yang diturunkan dari kata theaomai(bahasa yunani) yang artinya takjub melihat atau memandang.
Teater bisa diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas.
Teeater dalam arti sempit adalah sebagai drama (kisah hidup dan kehiudpan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis.
Dalam arti luas, teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak contohnya wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain.



@Secara etimologis : Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium.
Dalam arti luas : Teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak
Dalam arti sempit : Teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.


1. Unsur internal Teater

 1.Aktor
Aktor merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam sebuah pertunjukan teater. Dan aktor pula yang menghasilkan beberapa unsur lain, diantaranya unsur suara dan gerak.2.NaskahNaskah atau yang disebut juga dengan lakon dalam seni teater juga merupakan salah satu penunjang yang menyatukan berbagai macam unsur yang ada yaitu, pentas, aktor, kostum dan sutradara.3.PentasPentas adalah salah satu unsur yang mampu menghadirkan unsur estetika dari sebuah pertunjukan, karena pentas juga merupakan unsur penunjang pertunjukkan yang di dalamnya terdapat properti, tata lampu, dan beberapa alat lain yang berkenaan dengan pentas.

2.Naskah

Naskah atau yang disebut juga dengan lakon dalam seni teater juga merupakan salah satu penunjang yang menyatukan berbagai macam unsur yang ada yaitu, pentas, aktor, kostum dan sutradara.

3.Pentas

Pentas adalah salah satu unsur yang mampu menghadirkan unsur estetika dari sebuah pertunjukan, karena pentas juga merupakan unsur penunjang pertunjukkan yang di dalamnya terdapat properti, tata lampu, dan beberapa alat lain yang berkenaan dengan pentas.

 4.Sutradara

Sutradara juga merupakan salah satu unsur yang paling sentral, karena sutradara adalah otak dari jalannya cerita, yang mengarahkan semua unsur dalam sebuah seni pertunjukan/pementasan. Misalkan mengarahkan para aktor, membedah naskah, menciptakan ide-ide tentang pentas yang akan digunakan dan lain sebagainya.

5.Kostum

Kostum juga merupakan salah satu unsur penunjang yang akan membuat seorang aktor terlihat seperti seseorang ataupun watak yang sedang dimainkan.Beberapa unsur di atas adalah unsur internal dalam sebuah pementasan teater. Atau bisa dikatakan bahwa unsur internal adalah unsur yang menyangkut tentang bagaimana keberlangsungan pementasan tersebut, karena unsur internal tersebut bisa dikatakan sebagai hati/jantungnya teater, jika tidak ada unsur internal tidak akan ada suatu pementasan. Sedangkan unsur eksternal adalah unsur yang mengurus segala sesuatu yang berkenaan dengan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam sebuah pementasan.

JENIS TEATER 
1. TEATER BONEKA
          Pertunjukan boneka sudah ada sejak zaman dulu. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa sisa peninggalan yang banyak ditemukan di makam-makam Mesir kuno, India kuno dan juga Yunani. Boneka sering digunakan sebagai media untuk menceritakan legenda ataupun kisah-kisah religius yang dipercaya oleh masyarakat zaman dulu. Boneka tersebut dimainkan dengan beberapa macam cara tergantung dari kenis boneka itu sendiri.
          Misalkan boneka tangan, boneka ini dalam pementasannya dimainkan dengan menggunakan tangan, kemudian boneka tongkat, boneka ini dalam pertunjukkannya dimainkan dengan menggunakan tongkat yang dipegang dari bawah (seperti wayang golek khas daerah Sunda). Ada juga Marionette atau yang disebut juga dengan boneka tali, boneka ini dalam pertunjukkanya dimainkan dengan cara menggerakkan kayu silang di mana terdapat tali yang terikat pada beberapa bagian tubuh boneka.
2. DRAMA MUSIKAL
          Drama musikal merupakan salah satu jenis pertunjukan teater yang menggabungkan beberapa unsur seni, seperti menyanyi, menari, dan juga akting. Drama musikal biasanya lebih mengutamakan unsur nyanyi, musik dan juga gerak ketimbang dialog para aktor/pemainnya. Di panggung Broadway jenis pementasan/pertunjukan semacam ini sangat terkenal dan biasanya disebut dengan pertunjukan kabaret.
          Para aktor tidak hanya dituntut untuk menghayati karakter melalui kalimat naskah yang diucapkan, tapi juga melalui lagu dan gerak tari. Disebut dengan drama musikal karena memang latar belakang dari pertunjukkan ini adalah karya musik yang bercerita seperti hal nya dengan “The Cats” karya dari  Andrew  Lloyd Webber yang sangat fenomenal. Dari karya cerita bermusik tersebut kemudian dikombinasikan dengan alunan lagu, gerak tari dan tata pentas.Selain kabaret, opera juga bisa digolongkan dalam bentuk drama musikal.
          Dalam pertunjukkan opera, dialog para tokoh biasanya dinyanyikan dengan iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan tersebut disebut dengan seriosa. Di sinilah letak perbedaan yang mendasar antara pertunjukkan Kabaret dan juga opera. Selain itu, jika dalam drama musikal kabaret, jenis lagu dan musik bisa saja bebas, sedangkan dalam opera jenis lagu dan muisknya biasanya adalah musik simponi (orkestra) dan seriosa.
3. TEATER GERAK
            Teater gerak merupakan salah satu pertunjukan teater yang unsur utamanya adalah ekspresi wajah dan juga gerak tubuh para pemainnya. Penggunaan dari dialog sendiri sangatlah dibatasi dan bahkan terkadang juga dihilangkan seperti dalam sebuah pertunjukan pantomim klasik. Teater gerak ini sendiri tidak diketahui dengan pasti kapan diciptakannya, namun ekspresi bebas dari para seniman teater terutama dalam hal gerak berada pada puncaknya dalam masa “commedia del’Arte” di Italia. Dalam masa tersebut para pemain teater bisa bergerak bebas sesuka hati (untuk karakter tertentu) bahkan terkadang juga lepas dari karakter tokoh utama ataupun jalan cerita guna untuk memancing perhatian penonton. Dari kebebasan ekspresi gerak tersebut, akhirnya muncul gagasan untuk mementaskan pertunjukan yang berbasis gerak.
 4. TEATER DRAMATIK
           Dramatik merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang didasarkan pada dramatika lakon yang sedang dipentaskan. Dalam pertunjukkan teater dramatik, perubahan karakter dari pemainnya secara psikologis sangat diperhatikan dan juga situasi cerita serta latar belakang kejadian pertunjukkan dibuat dengan sedetail mungkin. Rangkaian cerita dalam pertunjukkan teater dramatik juga harus mengikuti alur plot dengan ketat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar